5 Hadits Mengenai Istiqomah Beserta Makna Dan Keutamaannya – Banyak dalil dalam Alquran dan hadits mengenai istiqomah. dalam Islam, istiqomah merupakan salah satu sikap terpuji yang kudu dimiliki oleh tiap tiap umat muslim. tidak cuman dimiliki, sikap ini termasuk memerlukan diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.
5 Hadits Mengenai Istiqomah Beserta Makna Dan Keutamaannya
Sebab, hadir berbagai macam keutamaan yang bakal didapat oleh seseorang apabila ia beristiqomah. lantas apa yang dimaksud dengan istiqomah? Apa saja dalil hadits perihal istiqomah?
Artikel di bawah ini akan mengupas secara lengkap berkaitan makna istiqomah beserta dalil hadits, keutamaan, hingga cara menerapkannya di dalam kehidupan.
Arti Istiqomah
Secara etimologis, istiqomah berasal berasal dari kata istaqoma-yastaqimu yang pertanda tegak lurus. di dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), istiqomah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Menurut terminologi akhlak, istiqomah adalah siap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sama sekali beraneka macam tantangan dan godaan. hadir pun istilah istiqomah menurut Imam Ibnu Rajab al-Hambali, dalam kitabnya yang bertajuk Jami’ul-‘Ulum wal-Hik, ia berkata:
“Istiqomah adalah merintis jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, bersama tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan istiqomah mencakup Mengerjakan seluruh ketaatan yang lahir dan yang batin dan meninggalkan seluruh perkara yang dilarang. Maka wasiat ini termasuk seluruh ajaran agama.”
Berdasarkan penjelasan di atas, istiqomah adalah Mengerjakan ketaatan sebagaimana diperintahkan bersama dengan tanpa melalui batas, tanpa memerhatikan hawa-nafsu, meskipun orang menganggapnya sebagai sikap berlebihan atau memperkecil Allah SWT berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada berjalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang sudah taubat beserta anda dan janganlah kamu melampaui batas. sebenarnya Dia Maha saksikan apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112).
Allah SWT ulang berfirman di dalam ayat-Nya yang lain:
فَلِذَٰلِكَ فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ۖ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya: “Maka gara-gara itu serulah (mereka kepada agama ini) dan istiqomahlah (tetaplah didalam agama dan lanjutkanlah berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti udara nafsu mereka.
Dan katakanlah: aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allâh dan aku diperintahkan sehingga berlaku adil di pada kamu Allah-lah tuhan kita dan tuhan kamu
Bagi kami amal-amal kami dan bagi anda amal-amal kamu tidak datang pertengkaran pada kita dan anda Allâh dapat menyatukan pada kami dan kepada-Nyalah media ulang (kita).” (QS. Syura: 15).
Hadits tentang Istiqomah
Selain ayat Alquran di atas, hadir terhitung dalil hadits yang membahas berkenaan istiqomah. tersebut beberapa dalil hadits tentang istiqomah sebagaimana dikumpulkan berasal dari buku pengetahuan Tasawuf karya Dr. H. Imam Kanafi:
Di di dalam Musnad Imam Ahmad dari Anas bin Malik, berasal dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, supaya hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak bakal istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman berasal dari kejahatan-kejahatannya, tidak dapat masuk surga.” (HR. Ahmad).
Disebutkan di dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi berasal dari Abu Sa’id al-Khudri secara marfuu’ dan mauquf, ia berbicara “Jika anak Adam memasuki pagi hari sesungguhnya semua bagian badannya berkata merendah kepada lisan: Takwalah kepada Allah di didalam menjaga hak-hak kita sesungguhnya kita ini tergantung kepadamu. seumpama engkau istiqomah, maka kita juga istiqomah, seumpama engkau menyimpang (dari jalan petunjuk), kami juga menyimpang.” (HR Tirmidzi).
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah berasal dari Rasulullah, beliau berbicara “Istiqomahlah dan kalian tidaklah dapat sanggup (untuk istiqomah dalam seluruh ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah).” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di di dalam Islam satu perkataan yang saya tidak bakal tanya kepada seorangpun sehabis anda Rasulullah menjawab: Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu beristiqomahlah.” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: “Istiqamahlah dan hendaklah engkau perbaiki akhlaqmu kepada manusia.” (HR. Al Hakim dan Ibnu Hibban).
Keutamaan Istiqomah
Dr. H. Imam Kanafi memberitahukan dalam buku ilmu Tasawuf sebagai Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak, keutamaan istiqomah telah dijelaskan didalam surat Fushilat ayat 30-32, yakni:
Dijauhkan oleh Allah berasal dari rasa sedih dengan apa yang terjadi di ERA lalu.
Dihilangkan rasa kuatir akan kehidupan di jaman yang bakal datang.
Orang-orang yang istiqomah terhitung diberikan bantuan oleh Allah di dunia.
Allah juga berjanji dapat perlihatkan surga fasilitas segala kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beristiqomah di jalan-Nya.
Penerapan Istiqomah di dalam Kehidupan
Ada pun beberapa cara menerapkan istiqomah di dalam kehidupan sehari-hari, layaknya dikutip berasal dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/Mts Kelas VIII, yaitu sebagai berikut:
Selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya di dalam bentuk apa pun.
Melaksanakan salat tepat antara waktunya.
Belajar terus menerus sampai paham.
Selalu menaati aturan baik di rumah sekolah, maupun masyarakat.
Selalu menggerakkan kewajibannya bersama rasa bahagia dan nyaman, tidak mulai dipaksa atau dibebani.
Cara supaya dapat Bersikap Istiqomah
Tak sedikit umat Islam bersangga membuka sikap istiqomah dalam ibadah dan tingkah laku baik yang dilakukannya. tetapi menerapkan istiqomah di dalam ibadah dan kelakuan baik tidaklah semudah yang dibayangkan.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW perlihatkan beberapa langkah agar umatnya bisa selamanya meresmikan sikap istiqomah. Merujuk buku 40 Hadis Sikap Penuntut pengetahuan karya Edi Mawardi, berikut sebagian langkah agar dapat terus bersikap istiqomah ajaran Rasulullah SAW:
1. Berdoa kepada Allah SWT
Setiap manusia pasti memerlukan dukungan Allah SWT, mencakup agar tetap membuka sikap istiqomah. Maka dari itu, Rasulullah SAW tunjukkan beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk diberikan sikap istiqomah oleh Allah SWT.
Berikut bacaan doanya: “Kala itu, Ali radhiyallahu ‘anhu meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengajarkannya sebuah doa, Rasulullah SAW sesudah itu bersabda:
«قُلْ: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي»
Ucapkanlah: Allahummah dinii wa saddidnii (Ya Allah berilah saya anjuran dan jadikanlah saya benar dan lurus didalam seluruh perkaraku).
وَاذْكُرْ بِالهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ
Dan ingatlah petunjuk (yang kamu ucapkan didalam doamu) adalah sebagaimana anda memperoleh rekomendasi disaat merintis jalan dan ingatlah kelurusan (yang anda ucapkan didalam doamu) adalah ibarat lurusnya anak panah.
قُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ
Ucapkanlah: Allahumma innii as`alukal hudaa was sadaad (Ya Allah kenyataannya aku memohon kepada-Mu wejangan dan kebenaran/kelurusan).” (HR. Muslim).
2. Jadikan ibadah sebagai kebutuhan
Agar bakal resmikan sikap istiqomah tentu umat muslim wajib rajin di dalam menggerakkan ibadah bersama kehendak ikhlas gara-gara Allah SWT. andaikata seseorang senantiasa menjalankan ibadah, maka ia bakal jadi jadi biasa beribadah. kalau meninggalkannya, ia pun akan mulai kekurangan dikarenakan ibadah udah jadi kebutuhannya.
3. konsisten mengingat bahwa siksa Allah SWT itu nyata
Ingatlah bahwa tiap-tiap tingkah laku yang dilaksanakan di dunia pasti bakal ada balasannya kelak di akhirat. andaikan mengingat hal selanjutnya seseorang akan terus berusaha untuk berbuat baik dan beristiqomah.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berbicara “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Bersikaplah yang lurus dan tetaplah didalam kebenaran. Dan ketahuilah, bahwasanya tidak ada seorang pun berasal dari kalian yang selamat gara-gara amal perbuatannya.
Para teman dekat tanya mencakup engkau, wahai Rasulullah? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: termasuk saya hanya saja Allah meliputi diriku bersama rahmat dan karunia Nya.”