18 Hadits berkaitan Menuntut ilmu Perintah dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

18 Hadits berkaitan Menuntut ilmu Perintah dan Keutamaannya bagi Umat Muslim – Beberapa hadits menjelaskan harus bagi tiap tiap muslim untuk menuntut ilmu Islam sendiri mengajarkan bahwa pengetahuan adalah kunci dari segala kebaikan. supaya lebih menyadari konsep pengetahuan di dalam Islam, simak hadits tentang menuntut ilmu berikut ini.

18 Hadits berkaitan Menuntut ilmu Perintah dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

Imam Syafi’i pernah berbicara Ta’allam falaisal mar’u yuuladu ‘aaliman yang bermakna “belajarlah sebab tidak datang orang yang terlahir didalam kondisi berilmu”. Oleh gara-gara itu, tak bakal prima agama dan amal ibadah seorang muslim, tanpa menuntut ilmu.

Mengutip Kamus Besar bhs Indonesia, ilmu adalah ilmu tentang bidang yang disusun secara sistematis bersama metode tertentu untuk menyebutkan suatu gejala di bidang pengetahuan.

Dalam Islam, tidak ada perbedaan antara pengetahuan agama dan pengetahuan lazim Tujuannya persis yakni untuk melacak ridho dan keberkahan Allah SWT.

Rasulullah sudah banyak menuturkan keutamaan, guna dan juga hikmah menuntut pengetahuan bagi umat Islam didalam wujud hadits. jadi bagaimana bunyi haditsnya? Selengkapnya datang di bawah ini.

Kumpulan Hadits berkaitan Menuntut Ilmu

Dikutip dari buku Inilah! Wasiat Nabi Bagi Para Penuntut ilmu tulisan Drs. Wendi Zarman, selanjutnya gambaran hadits perihal kewajiban dan perintah untuk menuntut ilmu.

1. Kewajiban Menuntut Ilmu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut pengetahuan itu perlu atas tiap tiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no 224, dari kawan akrab Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani didalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no 3913).

Ketika udah turun perintah Allah SWT yang mewajibkan suatu hal yang mesti dikerjakan umat muslim adalah sami’na wa atha’na (kami dengar dan kita taat).

Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda:

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

“Belajarlah kamu semua dan mengajarlah anda seluruh dan hormatilah guru-gurumu, dan juga berlaku baiklah pada orang yang mengajarkanmu. (HR Tabrani).

Ilmu agama benar-benar terasa prioritas untuk dipelajari. sedang bukan berarti ilmu-ilmu lain dapat diabaikan. di dalam tidak benar satu hadist disebutkan, bahwa menuntut ilmu apa pun termasuk merupakan jihad di jalan Allah SWT.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa keluar di dalam rangka menuntut pengetahuan maka dia berada di berjalan Allah sampai ia kembali.”

Selain perintah untuk menuntut ilmu keutamaan menuntut ilmu termasuk tertuang di dalam sebagian hadits. mengumpulkan di dalam buku Kisah-kisah Para Ulama didalam Menuntut pengetahuan karya Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, bunyi haditsnya adalah sebagai berikut:

2. Dimudahkannya berjalan Menuju Surga

Sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri berjalan untuk mencari pengetahuan padanya, Allah akan memudahkan baginya berjalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Melalui pengetahuan yang dimilikinya, Allah bakal memudahkan umat Islam untuk Mengerjakan amal saleh. seperti diketahui, amal saleh merupakan langkah setiap hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. pengetahuan berguna hingga Akhir Hayat

Rasulullah SAW termasuk meyakinkan keutamaan ilmu yang bermanfaat baik dikala tetap di dunia atau sesudah wafat.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, jika dari tiga hal sedekah jariyah, pengetahuan yang berfaedah atau anak shalih yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim).

4. Orang Berilmu akan diinginkan Kebaikan

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki beroleh semua kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia perihal agama.” (HR. Bukhari nomor 71 dan Muslim no 1037).

5. ilmu Adalah Warisan Para Nabi

Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh hadits:

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi. sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, sedang mewariskan ilmu Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia sudah mencuri jatah yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

6. Terkecualikan berasal dari Laknat

Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
“Ketahuilah bahwa kenyataannya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya jikalau berzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang belajar.” (Hasan: HR. At-Tirmidzi nomer 2322).

7. Pahala Berlipat-lipat

Keutamaan menuntut pengetahuan tidak benar satunya memperoleh pahala yang berlipat-lipat. Sebagaimana didalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Siapa yang mengajak kepada rekomendasi maka dia beroleh pahala layaknya pahala orang yang mengikutinya, tanpa memperkecil pahalanya sedikitpun.” (HR. Muslim nomer 2674).

8. pengetahuan Lebih Utama daripada Amal

Keutamaan ini tertuang di dalam hadits yang berbunyi:

إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيلٍ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٍ مُعْطُوهُ، قَلِيلٍ سُؤَّالُهُ، الْعَمَلُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ، وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيلٌ مُعْطُوهُ، الْعِلْمُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ

“Sungguh kalian saat ini benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu akan hadir sebuah zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. ilmu di masa itu lebih baik daripada amal.” (Shahih: HR. Ath-Thabrani nomor 3111).

9. pengetahuan Jariyah

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus seluruh amalnya (tidak bisa ulang meningkatkan pahala) jikalau 3 orang, yakni shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shalih yang mendoakan orangtuanya.” (HR. Muslim no 1631).

10. Berpahala seperti Haji Sempurna

Siapa sangka, orang yang menimba pengetahuan dapat memperoleh pahala seperti seorang muslim yang Mengerjakan ibadah haji secara prima hal ini cocok didalam keliru satu hadits yang berbunyi:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk obyek belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia beroleh pahala seperti orang yang haji secara sempurna.” (Shahih: HR. Ath-Thabrani nomer 7473 dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

11. sadar Agama tanda Dicintai Allah

Hal ini sebagaimana dinyatakan didalam hadits:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia bakal menjadikannya mendalami agama. aku hanyalah berbagi dan Allah yang berikan bakal senantiasa ada sekelompok berasal dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak bakal membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari nomer 3971 dan Muslim no 1037).

12. Disambut Rasulullah

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah yang berbunyi:

مَرْحَبًا بطالبِ الْعِلْمِ، طَالِبُ الْعِلْمِ لَتَحُفُّهُ الْمَلَائِكَةُ وَتُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا، ثُمَّ يَرْكَبُ بَعْضُهُ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغُوا السَّمَاءَ الدُّنْيَا مِنْ حُبِّهِمْ لِمَا يَطْلُبُ

“Selamat ada wahai penuntut ilmu sesungguhnya penutup pengetahuan benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaugi dengan sayap-sayapnya. lantas mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat berasal dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada pengetahuan yang dipelajarinya.” (Shahih: HR. Ath-Thabrani nomer 7347 di dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

13. Dimintakan Ampun oleh masyarakat Langit dan Bumi

Hal ini termaktub di dalam sabda Rasulullah yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, masyarakat langit-langit dan bumi-bumi, sampai semut-semut yang datang di lubangnya, hingga ikat-ikan, memanglah seluruhnya bershalawat (memintakan ampun) untuk orang yang mengajari kebaikan kepada manusia.” (Shahih: HR. At-Tirmidzi no 2685).

14. Wajahnya Bersinar

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

“Semoga Allah menjadikan bercahaya seseorang yang mendengar hadits kita selanjutnya menghafalnya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih namun tidak faqih.” (Shahih: HR. At-Tirmidzi no 2656).

15. Membiayai Pelajar Jadikan Berkahnya Harta

Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh hadits:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا المُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ»

“Ada dua orang bersaudara (kakak-adik) di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di mana salah satu dari keduanya selamanya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (untuk mendengarkan hadits) dan yang lainnya repot bekerja. selanjutnya yang bekerja itu mengadukan saudaranya kepada beliau (karena tidak turut membantu kerja) lalu beliau menjawab: “Boleh lantas kamu diberi rezki justru sebab saudaramu itu.” (Shahih: HR. At-Tirmidzi nomer 2345).

16. ahli pengetahuan Pengganti Nabi

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ

“Keutamaan ahli pengetahuan atas ahli ibadah layaknya keutamanku atas orang paling rendah dari kalian.” (Shahih: HR. At-Tirmidzi no 2685).

17. ilmu adalah jalan Mendapat Ketenteraman

Tidak sebatas bermanfaat tingkatkan ilmu menuntut pengetahuan ilmu juga menjadi jalan bagi manusia untuk memperoleh ketenteraman dan ketenangan batin. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits berikut:

4. تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

“Belajarlah kalian pengetahuan untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu studi darinya.” (HR Thabrani).

18. melacak ilmu adalah Kewajiban

Selain dijelaskan dalam hadits-hadits di awalnya kewajiban menuntut ilmu bagi umat Muslim terhitung tertera didalam hadits berikut:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan pengetahuan kepada yang tidak layak seperti yang letakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *